Monday, September 19, 2011

PRAKTEK BIOLOGI SMA

Praktikum Biologi

FOTOSINTESIS

I. Nama Percobaan :
  • Ingenhousz

Tujuan :
  • Untuk melacak adanya O2 / oksigen dalam proses fotosintesa.

Alat dan Bahan digunakan :

Alat

  1. Gelas Kimia
  2. Tabung Reaksi
  3. Kawat Penyangga
  4. Pengukur Waktu ( jam)
  5. Corong
  6. Waskom
Bahan
  1. Air
  2. Hydrilla
Langkah Kerja :
  1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
  2. Memasukkan tanaman hydrilla secukupnya ke dalam corong.
  3. Menutup bagian tabung corong dengan tabung reaksi.
  4. Memasukkan empat kawat penyangga ke dalam gelas ukur untuk menjaga keseimbangan dari corong yang telah diisi dengan hydrilla.
  5. Memasukkan corong yang berisi tanaman hydrilla kedalam gelas kimia dengan posisi terbalik, mulut corong berada di bagian bawah.
  6. Mengisi gelas kimia tersebut dengan air.
  7. Pengisiannya dilakukan di dalam waskom supaya semua bagian gelas kimia, corong dan tabung reaksi berisi air.
  8. Untuk kelompok kami, kelompok II meletakkan rangkaian alat dan bahan yang telah disusun tadi di tempat yang terang dan diamati selama 10 menit.
  9. Mengamati dan mencatat banyaknya gelembung yang muncul lalu memasukkan data ke tabel..

Diskusi :

1. Gas apakah yang ada pada gelembung udara tersebut? dan bagaimana proses terbentuknya?

  • Jawab : Gelembung yang dihasilkan pada percobaan itu merupakan gas oksigen/O2. Gas ini terbentuk karena proses fotolisis dimana air diuraikan menjadi gas oksigen yang akan muncul berupa gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut:

2H2O(l) 4H+(aq) + O2 (g)

  • Dari persamaan tersebut nampak dihasilkan molekul gas O2 dari penguraian air. Berikut akan ditampilkan proses terbentuknya O2 dalam proses fotosintesis.

2. Apakah yang menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah gelembung pada percobaan tersebut?Jelaskan!

  • Jawab : Yang menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah gelembung pada percobaan di atas adalah:

a. Lama berlangsungnya fotosintesis

  • Semakin lama waktu yang dibutuhkan, maka semakin banyak gelembung gas oksigen yang dihasilkan karena proses potosintesis akan banyak menghasilkan gas oksigen seiring dengan lamanya waktu fotosintesis.

b. Cahaya matahari

  • Berdasarkan percobaan di atas, gelembung gas oksigen yang dihasilkan di tempat yang kena sinar matahari akan menghasilkan gas oksigen yang lebih banyak dibandingkan di tempat yang tidak kena sinar matahari.. Hal itu disebabkan karena dalam proses fotosintesis diperlukan cahaya matahari sebagai sumber energi dalam fotosintesis khususnya dalam fotolisis sehingga semakin mendapatkan cahaya maka semakin banyak air yang dipecah dan semakin banyak pula gas oksigen yang dihasilkan.

Kesimpulan :

Berdasarkan percobaan di atas, dapat kami simpulkan bahwa:

  1. Dalam proses fotosintesis diperlukan air dan cahaya matahari.
  2. Pada proses potosintesis menghasilkan O2/oksigen.

II. Nama Percobaan
:

  • Uji makanan
TUJUAN PENGAMATAN
  • Mengetahui adanya amilum, glukosa, lemak, dan protein pada beberapa bahan makanan.
ALAT DAN BAHAN

1) Alat :

  1. 4 tabung reaksi
  2. Rak tabung reaksi
  3. gelas beker
  4. pipet
  5. pembakar spiritus (beserta kaki tiga)
  6. kertas sampul (warna cokelat)
  7. Larutan Iodin
  8. larutan biuret (karena larutan biuret tidak ada maka kami menggunakan NaOH [Natrium hidroksida] ditambah dengan CuSO4 [Kupri Sulfat]).
  9. larutan benedict (karena larutan benedict tidak ditemukan maka kami menggu- nakan Fehling A ditambah dengan Fehling B).

2) Bahan :

  1. Tepung kanji ½ sendok teh
  2. Kuning telur 1 sendok teh
  3. Minyak goreng 1 sendok teh
  4. Gula ½ sendok teh

LANGKAH DAN CARA KERJA

  1. Siapkan alat dan bahan eksperimen yang akan diuji.
  2. Beri tanda masing – masing tabung reaksi dengan nama A, B, C, D.
  3. Pisahkan bahan – bahan tadi. Masukkan Larutan Amilum (Tepung kanji) ke tabung A, Kuning Telur ke tabung B, Gula ke tabung C, Minyak Goreng ke tabung D.

UJI AMILUM

  • Masukkan beberapa tetes larutan iodin kedalam tabung reaksi A yang berisi larutan Amilum (tepung kanji). Amati perubahan warna yang terjadi. Larutan akan berubah menjadi warna biru – hitam. Warna biru – hitam ini menandakan adanya amilum.

UJI PROTEIN

  • Masukkan beberapa tetes larutan Biuret (NaOH + CuSo4) kedalam tabung reaksi B yang berisi Kuning telur. Amati perubahan warna yang terjadi. Larutan akan berubah menjadi warna ungu. Warna ungu ini menandakan adanya protein.

UJI GLUKOSA

  • Masukkan beberapa tetes larutan Benedict (Fehling A + B) kedalam tabung reaksi C yang berisi larutan Gula. Kemudian panaskan diatas pembakar spiritus. Amati perubahan warna yang terjadi. Larutan akan berubah menjadi warna merah bata. Warna merah bata ini menandakan adanya Glukosa.

UJI AMILUM

Ada dua cara untuk menguji adanya lemak dalam suatu makanan yaitu secara sederhana dan secara kompleks :

Uji lemak sederhana :
  • Teteskan minyak goreng pada selembar kertas putih atau kertas sampul.
  • Terawangkan kertas didepan cahaya sehingga cahaya dapat melewatinya.
  • Jika bagian kertas yang ditetesi minyak goreng tembus cahaya maka minyak goreng tersebut mengandung lemak.

Uji lemak Kompleks :

  • Tuangkan etanol pekat ke dalam tabung reaksi.
  • Tambahkan satu atau dua tetes minyak goreng kedalam tabung reaksi D.
  • Kocok tabung reaksi D.
  • Tambahkan 1 ml air kedalam tabung reaksi. Kocok lagi.
  • Jika terbentuk endapan putih keabu-abuan, maka makanan yang diuji mengandung lemak.

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

  1. Makanan Apa saja yang mengandung glukosa, amilum, protein, lemak ?
  • Glukosa terkandung dalam Gula, Nasi, Kentang dll.
  • Amilum terkandung dalam Nasi, jagung, gandum, sagu, kentang dll.
  • Protein dibagi 2 :
  1. rotein nabati terkandung dalam Tempe, Tahu, Kedelai, Kacang Kapri, dll
  2. Protein Hewani terkandung dalam Telur, Daging, susu, ikan, udang, cumi dll.
  • Lemak dibagi 2 :
  1. Lemak nabati terkandung dalam Kelapa, kemiri, tanaman kacang – kacangan dll
  2. Lemak Hewani terkandung dalam Keju, mentega, daging, susu, minyak ikan dll.

2. Apakah semua larutan yang diuji mengandung glukosa, amilum, protein atau lemak ?

  • Ya. Dari hasil eksperimen yang kami amati, kami telah membuktikan bahwa bahan makanan yang telah kami uji mengandung glukosa, amilum, protein dan lemak.

KESIMPULAN

  • Setelah menguji zat – zat yang ada pada empat bahan makanan (tepung kanji, gula, kuning telur, dan minyak goreng), kami menyimpulkan bahwa zat makanan tersebut mengandung amilum (tepung kanji), glukosa (gula), lemak (minyak goreng), dan protein (kuning telur). Zat – zat tersebut juga memiliki peranan yang sama pentingnya dengan zat – zat lain didalam tubuh disamping Vitamin dan Mineral.


3. Nama Percobaan

  • Rnzim

Judul

  • Eksperimen pengujian enzim katalase

Rumusan masalah
  • Adakah pengaruh enzim katalase sebagai biokatalisator

Tujuan

  • menyelidiki peranan enzim katalase
  • menyelidiki faktoe-faktor yang mempengaruhi kerja enzim
  • menegtahui serta memahami reaksi reaksi kimia yang terjadi pada pengujian enzim katalase

Hipotesis

  • Enzim katalase berpengaruh terhadap penguraian racun H2O2

Variabel

  1. variable manipulasi: HCl, KOH, suhu
  2. variable kontrol: ekstrak hati, ekstrak daun pepaya, larutan 2ml H2O2
  3. variable respon banyaknya gelombang gas timbulnya bara api.

Alat dan bahan

Alat :

  1. Rak tabung reaksi
  2. 8 buah tabung reaksi
  3. 2 buah pipet ukur
  4. 2 buah tabung ukur
  5. 5 buah gelas kimia
  6. 1 pasang sarung tangan
  7. 1 set penumbuk
  8. Krek api
  9. 1 buah pyrex
  10. 1 buah kaki tiga
  11. 1 buah kassa
  12. 1 buah lampu spirtus
  13. Penjepit tabung
  14. Tissue
  15. Jas lab

Bahan :

  1. Hati ayam (secukupnya)
  2. Daun papaya (secukupnya)
  3. 5 ml larutan H2O2
  4. 5 ml larutan HCl
  5. 5 ml larutan KOH
  6. Aquades secukupnyA

Cara Kerja

1l Menyiapkan bahan

Ekstrak Hati Ayam
  1. Haluskan (blender) hati ayam yang masih segar
  2. Tuangkan ke dalam 4 tabung ukur masing-masing sebanyak 2 ml
  3. Simpan di rak tabung reaksi

Ekstrak Daun Pepaya

  1. Masukkan daun papaya ke dalam tumbukan
  2. Tumbuk hingga halus menggunakan ulekan
  3. Setelah halus masukkan ke dalam tabung reaksi
  4. Simpan di rak tabung reaksi

Larutan

  1. Masukkan larutan KOH sebanyak 5 ml ke dalam gelas kimia
  2. Masukkan larutan H202 sebanyak 5 ml ke dalam gelas kimia
  3. Masukkan larutan HCl sebanyak 5 ml ke dalam gelas kimia
  4. Masukkan air sebanyak 5 ml ke dalam gelas kimia
Eksperimen

Pastikan alat dan bahan sudah tersedia

Tabung A
  1. Siapkan 2 ml ekstrak hati
  2. Masukkan 2 ml larutan H2O2 ke dalam tabung reaksi tersebut
  3. Segera tutup tabung reaksi menggunakan ibu jari (pastikan tabung benar-benar tertutup rapat)
  4. Sementara anggota lain membakar lidi, sehingga muncul bara api
  5. Sesudah bara api siap, buka perlahan-lahan tabung reaksi dan letakkan bara api di atas tabung reaksi
  6. Amati pembentukan gelembung pada tabung dan keadaan bara api
  7. Catat dan potret perubahan yang terjadi

Tabung B

  1. Masukkan 10 tetes HCl pekat ke dalam 2 ml larutan ekstrak hati
  2. Ulangi langkah no. 2 s.d. 7 pada Tabung A
Tabung C
  1. Masukkan 10 tetes KOH 20% ke dalam 2 ml ekstrak hati
  2. Ulangi langkah no. 2 s.d. 7 pada Tabung A
Tabung D
  1. Panaskan 2 ml ekstrak hati
  2. Ulangi langkah no. 2 s.d. 7 pada Tabung A

Tabung E

  1. Siapkan 2 ml ekstrak daun papaya
  2. Ulangi langkah no. 2 s.d. 7 pada Tabung A

Hasil Pengamatan

No. Perlakuan Gelembung *) Bara Api
  1. Ekstrak hati + H2O2 + + + + + Menyala sekali
  2. Ekstrak hati + HCl + H2O2 + Sedikit menyala
  3. Ekstrak hati + KOH + H2O2 + + + Menyala
  4. Ekstrak hati panas + H2O2 + + Menyala sedang
  5. Ekstrak daun papaya + H2O2 + + + + Menyala sekali

*) Ket :

- bila tidak ada +++ bila banyak

+ bila sedikit ++++ bila banyak sekali

++ bila sedang

Pertanyaan

1. Dari kegiatan yang kamu lakukan, tentukan:
  1. variable manipulasi: HCl, KOH, suhu
  2. variable kontrol: ekstrak hati, ekstrak daun pepaya, larutan 2ml H2O2
  3. variable respon banyaknya gelombang gas timbulnya bara api.

2. Pada perlakuan manakah pembentukan gelembung gas paling banyak? Mengapa demikian?

  • Pada ekstact hati dan H2O2, karena di dalam hati mengandung enzim katalase yang berguna untukmenetralkan racun dimana hanya dapat bekerja optimal pada ph netral. kita dapat bekerja optimal pada pH netral
  • Sedangkan pada campuran hati dengan KOH dan HCl tidak akn menghasilkan gelembung yang terlalu banyak, karena pH larutan menjadi basa dan asam.

3. Gas apakah yang terbentuk dari reaksi ters ebut? Jelaskan berdasarkn hasil percobaan !

  • Gas O2 oksigen karena apabila hati di tambah H2O2 lalu di buka,makaakan timbul gelembung gas O2.di mana apabila di tempatkan bara di atas tabung tadi sehingga bara tersebut menyala yang membuktikan bahwa reaksi pembakaran tadi menghasilkan O2

4. Apakah peranan enzim katalase?

  • Enzim katalase berperan dalam menguraikan racun dari H2O2 menjadi H2O dan O2

5. Faktor apakah yang mempengaruhi kerja enzim katalase? Jelaskan berdasarkan hasil percobaan !

  • Suhu: dimana enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu tinggi.karena kita ketahui bahwa enzim katalase akan bekerja pada suhu netral.
  • Begitu pula faktor pH. Enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.

6 . Di dalam sel yang hidup dihasilkan peroksid (H2O2), dari peristiwa apakah dihasilkannya zat tersebutdan apakah yang akan terjadi biladi dalam sel tidak ada enzim katalase?

  • Peroksid dihasilkan pada proses ekskresi, apaila tidak ada enzim katalase maka racun di dalam tubuh tidak akan terurai yang mengakibatkan racun akan tertimbun di dalam tubuh dan akan menyebabkan berbagai macam penyakit.

7. Berikan contoh enzim lain yang terlibat dalam proses metabolisme berikut peranannya !

  • Contoh enzim yang lain adalah enzim enzim pencernaan, misalnya amilase.
  • Amilase dengan memecah amilum menjadi maltosa. Amilase dihasilkan oleh kelenjar saliva (ludah) dan dikeluarkan ke rongga mulut untuk melakukan fungsinya

8. Jelaskan komponen yang menyusun enzim !

  • Enzim merupakan protein yang tersusun atas asam-asam amino. Kebanyakan enzim berukuran lebih besar dari substratnya. Akan tetapi, hanya daerah tertentu dari molekul enzim tersebut yang berikatan dengan substart, yaitu di bagian yang disebut sisi aktif (active site).
  • Beberapa enzim memerlukan komponen nonprotein yang disebut gugus prostetik agar dapat bekerja dalam suatu reaksi. Enzim yang lengkap tersebut disebut holoezim.
Secara kimia, enzim yang langkap (holoenzim) tersusun atas dua bagian, yaitu bagian protein dan bagian bukan protein
  1. bagian protein disebut apoenzim, tersusun atas asam asam amino. Bagian protein bersifat labil (mudah berubah), misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman.
  2. Bagian yang bukan protein disebut gugus prostetik, yaitu gugusan yang aktif. Gugus prostetik yang berasal dari molekul anorganik disebut kofaktor, misalnya besi, tembaga, zink. Gugus prostetik yang terdiri dari senyawa organic kompleks disebut koenzim, misalnya NADH, FADH, koenzim A, tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), asam pantotenat (vitamin B5), niasin (asam nikotinat), piridoksin (vitamin B6), biotin, asam folat dan kobalamin (vitamin B12)
9. Bagaimana sifat enzim ?
  1. biokatalisator di dalam sel juga terdapat katalisator, salah satunya adalah enzim. Enzim hanya dihasilkan oleh sel sel mahluk hidup sehingga disebut sebagai biokatalisator.
  2. protein enzim adalah suatu protein. Dengan demikian, sifat sifat enzim sama dengan protein, yang dapat rusak pada suhu tinggi dan terpengaruh oleh pH.
  3. bekerja secara khusus enzim bekerja secara khusus, artinya enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi reaksi tertentu, tidak dapat mempengaruhi reksi lainnya. Zat yang terpengaruh oleh enzim disebut substrat. Substrat adalah zat yang bereaksi. Oleh karena macam zat yang bereaksi d dalam sel sangat banyak, maka macam enzim pun banyak
  4. dapat digunakan berulang kali enzim dapat digunakan berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali kali, selama enzim itu sendiri tidak rusak. Jika molekul enzim rusak, enzim tersebut harus diganti. Oleh karena itu, enzim pun hanya diperlukan dalam jumlah sedikit.
  5. rusak oleh panas ] Jika telah rusak, enzim tidak dapat berfungsi lagi walaupun pada suhu normalenzim rusak oleh panas karena enzim adalah suatu protein. Rusaknya enzim oleh panas disebut denaturasi. Kebanyakan enzim rusak pada suhu 50 derajad
  6. tidak ikut bereaksi enzim hanya diperlukan sebagai pemercepat reaksi, namu molekul enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi.
  7. bekerja dapat balik umumnya, enzim bekerja secara dapat balik. Artinya, suatu enzim dapat bekerja menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa senyawa lain, dan sebaliknya dapat pula bekerja menyusun senyawa senyawa itu menjdi senyawa semula
10. Bagaimanakah cara kerja enzim?
  • Ada dua teori mengenai cara kerja enzim, yaitu teori lock and key (gombok-anak kunci) dan induced fit (kecocokan terinduksi).

Teori gembok-anak kunci

  • sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja. Entuk substrat sesuai dengan sisi aktif, seperti gembok cocok dengan anak kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. Substrat yang mempunyai bentuk ruang yang sesuai dengan sisi aktif enzim akan berikatan dan membentuk kompleks transisi enzim-substrat. Senyawa transisi ini tidak stabil sehingga pembentukan produk berlangsung dengan sendirinya. Jika enzim mengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif berubah sehingga substrat tidak sesuai lagi. Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yang sama.

Teori induced fit

  • Reaksi antara substrat denan enzim berlangsung karena adanya induksi molekul substrat terhadap molekul enzim. Menurut teori ini, sisi aktif enzim bersifat fleksibel dalam menyesuaikan struktur sesuai dengan struktur substrat. Ketika substrat akan terinduksi dan kemudian mengubah bentuknya sedikit sehingga mengakibatkan perubahan sisi aktif yang semula tidak cocok menjadi cocok (fit). Kemidian terjadi pengikatan substrat oleh enzim, yang selanjutnya substrat diubah menjadi produk. Produk kemudian dilepaskan dan enzim kembali pada keadaan semula, siap untuk mengikat substrat baru.
Kesimpulan

Dari percobaan yang telah kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa enzim katalase berperan dalam penguraian racun dari H2O2 menjadi H2O2 dan O2 , dimana kerjanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu
  • suhu dimana enzim katalase tidak akan bekerja optimal pada suhu tinggi.
  • pH dimana enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.

Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya gelembung dan nyala bara api.

  • Dimana semakin banyak gelembung gas dan semakin terang nyala bara api berarti kerja enzim katalase akan semakin cepat dan begitu pula sebaliknya karena salah satu kerja enzim yaitu sebagai katalisator/pemercepat reaks

JAMUR TEMPE

Alat dan Bahan

A. Alat

  • Cawan Petri
  • Mikroskop
  • Kaca penutup
  • Kaca objek
  • Pipet
  • Gula
  • Pinset
  • Gelas Beker
  • Lidi / tusuk gigi
  • Balon yang belum ditiup
  • Botol aqua bekas

B. Bahan

  • Air
  • Jamur hioko
  • Jamur kuping
  • Tempe
  • Oncom
  • 1 sachet Ragi

Prosedur Percobaan

  1. Siapkan tempe atau oncom 1-2 hari sebelum pengamatan, sehinggadiperoleh tempe atau oncom dengan jamur yang banyak dan berwarnakehitaman.
  2. Ambil sedikit bagian jamur tempe atau oncom dengan lidi atau tusuk gigi,lalu letakkan di atas kaca objek.
  3. Tetesi dengan air atau akuades dan tutup dengan kaca penutup.
  4. Amati dibawah mikroskop mila-mula dengan perbesaran 10x10.
  5. Ubah perbesaran menjadi 10x40 agar diperoleh gambar struktur jamur yang lebih besar.
  6. Gambar hasil pengamatan
  7. Ambil ragi, Masukkan ke dalam botol aqua bekas. Isilah botol tersebutdengan air hangat dan gula.
  8. Tutup ujung botol dengan balon yang belum ditiup.
  9. Amati reaksi balon tersebut.
  10. Amatilah jamur lainnya, kemudian gambarlah.

Kesimpulan

  • Jamur berbeda dengan tumbuhan. Jamur tidak dapat berfotosintesis, tidakmemiliki daun, akar sejati, dan klorofil. Jamur dapat bereproduksi aseksual danseksual bila kondisi memungkinkan.


KLASIFIKASI TUMBUHAN

DIKOTIL & MONOKOTIL

Perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki :

1. Bentuk akar

  • Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
  • Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang

2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun

  • Monokotil : Melengkung atau sejajar
  • Dikotil : Menyirip atau menjari

3. Kaliptrogen / tudung akar

  • Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
  • Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar

4. Jumlah keping biji atau kotiledon

  • Monokotil : satu buah keping biji saja
  • Dikotil : Ada dua buah keping biji

5. Kandungan akar dan batang

  • Monokotil : Tidak terdapat kambium
  • Dikotil : Ada kambium

6. Jumlah kelopak bunga

  • Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
  • Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima

7. Pelindung akar dan batang lembaga

  • Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza
  • Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil

8. Pertumbuhan akar dan batang

  • Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
  • Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar

A. Contoh tumbuhan monokotil :

  • Kelapa, Jagung, dan lain sebagainya.

B. Contoh tumbuhan dikotil :

  • Kacang tanah, Mangga, Rambutan, Belimbing, dan lain-lain.


JARINGAN

JARINGAN DAUN

  • jaringan jaringan pada daun tumbuhan darat tersusun dari lapisan atas ke lapisan bawah, dimana setiap lapisan memliki keunggulan dan kemampuan masing masing :
  1. Epidermis atas ( terdapat kutikula )
  2. Jaringan tiang ( palisade )
  3. Jaringan bunga karang ( spons)
  4. Berkas pembuluh ( xylem dan floem )
  5. Epidermis bawah ( tedapat stomata )

  • Berkas pembuluh yang beupa xylem dan floem terdapat di bagian tulang daun dan terletak pada daerah jaringan bunga karang, berkas pembuluh ini merupakan kelanjutan dari jaringan pengangkut batang dan akar

Fungsi daun antara lain :

  1. Tempat terjadinya fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil, terjadinya fotosintesis di jaringan parenkim palisade. sedangkan pada tumbuhan monokotil, fotosintesis terjadi pada jaringan spons.
  2. Sebagai organ pernapasan. Di daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi (lihat keterangan di bawah pada Anatomi Daun).
  3. Tempat terjadinya transpirasi.
  4. Tempat terjadinya gutasi.
  5. Alat perkembangbiakkan vegetatif. Misalnya pada tanaman cocor bebek (tunas daun)

No comments:

Post a Comment