Tuesday, September 1, 2009

GENETIKA DASAR 2



  • GENETIKA adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan (hereditas) serta segala seluk beluknya secara ilmiah.
  • Ahli yang dianggap sebagai "Bapak Genetika" adalah JOHAN GREGOR MENDEL.
  • Orang yang pertama mempelajari sifat-sifat menurun yang diwariskan dari sel sperma adalah HAECKEL (1868).

Mendel mempelajari hereditas pada tanaman kacang ercis (Pisum sativum) dengan alasan:

  1. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang menyolok.
  2. Biasanya melakukan penyerbukan sendiri (Self polination).
  3. Dapat dengan mudah diadakan penyerbukan silang.
  4. Segera menghasilkan keturunan.
  5. Hasil keturunannya banyak dan variatif
  6. Tentu juga karena mudah tumbuh
Dalam mempelajari Genetika Dasar ini ada beberapa hal yang mutlak harus tahu adalah
  1. Penentuan Gamet yang nantinya akan bertemu membentuk keturunan.
  2. Juga istilah istilah keren yang ada di genetika misalnya

  1. GALUR MURNI adalah vanetas yang terdiri dari genotip yang homozigot. Simbol "F" (= Filium) menyatakan turunan, sedang simbol "P" (=Parentum) menyatakan induk.
  2. HIBRIDA (BASTAR) adalah keturunan dari penyerbukan silang dengan sifat-sifat beda ; jika satu sifat beda disebut MONOHIBRIDA, jika 2 sifat beda disebut DIHIBRIDA dst.
  3. DOMINAN adalah sifat-sifat yang tampak (manifes) pada keturunan.
  4. RESESIF adalah sifat-sifat yang tidak muncul pada keturunan.
  5. Test Cross
  6. Baccross
  7. Allel
  8. Kodominan(intermedier)
  9. dan lain lainnya . Semua akan mudah Don't Woory , Tenang kerja keras yang cerdas akan menyelesaikan semua .OK

Berikut hal hal yang terjadi ketika itu sebelum ilnu genetika sedahsyat sekarang. tetapi ketika itu Mendell memang sangat cerdas.

Hipotesis Mendel
ada 2 hypothesis yang dikemukakan oleh mendel
  1. Segregasi bebas - memisah bebas
  2. Assortasi - bergabung secara bebas
  • Tiap sifat organisma hidup dikendalikan oleh sepasang "faktor keturunan". Pada waktu itu Mendel belum menggunakan istilah "gen".
  • Tiap pasangan faktor keturunan menunjukkan bentuk alternatif sesamanya, kedua bentuk alternatif disebut pasangan ALELA.
  • Satu dari pasangam alela itu dominan dan menutup alela yang resesif bila keduanya ada bersama-sama.
  • Pada pembentukan "gamet" alela akan memisah secara bebas( PRINSIP SEGREGASI SECARA BEBAS)
  • Setiap gamet akan menerima satu faktor secara bebas dari gamet lain membentuk alela tersebut secara bebas ( HUKUM PENGGABUNGAN - ASSORTASI )
  • INDIVIDU MURNI mempunyai dua alela yang sama (homozigot), alel dominan diberi simbol huruf besar sedang alel resesif huruf keciL

GENOTIP adalah komposisi faktor keturunan (tidak tampak secara fisik).
FENOTIP adalah sifat yang tampak pada keturunan.

Pada hibrida atau polihibrida berlaku PRINSIP BERPASANGAN SECARA BEBAS.
RATIO FENOTIP (F2) HIBRIDA NORMAL MENURUT MENDEL
  1. Monohibrida 3: 1 (Hukum Dominasi penuh) n= 1, jumlah gamet = 2
  2. Dihibrida 9: 3: 3: 1 n= 2, jumlah gamet = 4
  3. Trihibrida 27: 9: 9: 9: 3: 3 : 3: 1 n= 3, jumlah gamet = 8
  4. Polihibrida (3:1)n n= n, jumlah gamet = 2n
  • (n) = jenis sifat berbeda (hibridanya).
  • Intermediat 1 : 2 : 1 ——> sifat "SAMA DOMINAN"; percobaan pada bunga Antirrhinum majus.

  • BACK CROSS ——perkawinan antara F2 dengan salah satu indukaya.
  • TEST CROSS ———perkawinan antara F2 dengan induk atau individu yang homozigot resesif

PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL
  • Sebenarnya masih mengikuti hukum Mendel , Hanya terjadi interaksi allel.

Dikenal beberapa bentuk ———> Ratio fenotip F2)
  1. INTERAKSI PASANGAN ALELA pada varitas ayam -------9 : 3 : 3 : 1
  2. POLIMERI (Nielson-Echle) pada varitas gandum ——15 : 1 Polimeri pada manusia misalnya peristiwa pigmentasi kulit.
  3. KRIPTOMERI pada tanaman "pukul empat" (Mirabilis jalapa) percobaan pada Linaria maroccana ——— 9 : 3 : 4
  4. EPISTASIS & HIPOSTASIS pada varitas gandum ———12 : 3 : 1
  5. KO EPISTASIS / Gen Kompelementer : Gen pada Lathyrusodoratus ——— 9 : 7 (Lathyrus odoratus = varitas ercis yang berbiji manis)

POLIMERI
  • adalah pembastaran heterozigot dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri-sendiri tetapi mempengaruhi bagian yang same dari suatu organisme.

KRIPTOMERI
  • adalah pembastaran heterozigot dengan adanya sifat yang "tersembunyi" (Kriptos) yang dipengaruhi oleh suatu keadaan, pada bunga Linaria maroccana adalah pH air sel !!
  • Unggu = ada Antosianin dalam keadaan Basa (A-B-)
  • Merah = ada Antosianin dalam keadaan asam(A-bb)
  • Putih = tak ada Anthocianin (zat warna bunga) dalam keadan baik basa maupun asam (aaB-) atau (aabb) . A besar ada antosianin , pH basa B , sedang pH asam bb
  • Ketika tidak punya pigmen ya apapun yang terjadi dalam situasi pH apapun ya tidak berwarna (putih).
  • OK

EPISTASIS
  • adalah faktor pembawa sifat yang menutup pemunculan sifat yang lain sekalipun sifat tersebut dominan

HIPOSTASIS
  • adalah faktor yang tertutupi oleh faktor lain.

ATAVlSME
  • adalah sifat yang hipostasis pada suatu keturunan yang pada suatu seat muncul kembali (reappearence).

KROMOSOM DAN GEN

KROMOSOM
  • adalah struktur benang dalam inti sel yang bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan (hereditas). Kromosom adalah KHAS bagi makhluk hidup.

GEN adalah "substansi hereditas" yang terletak di dalam kromosom.

Gen bersifat antara lain :
  1. Sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom.
  2. Mengandung informasi genetika.
  3. Dapat menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel.
Sepasang kromosom adalah "HOMOLOG" sesamanya, artinya mengandung lokus gen-gen yang bersesuaian yang disebut ALELA.

LOKUS adalah lokasi yang diperuntukkan bagi gen dalam kromosom.
ALEL GANDA (MULTIPLE ALLELES) adalah adanya lebih dari satu alel pada lokus yang sama.

Dikenal dua macam kromosom yaitu:

  1. Kromosom Tubuh (Autosom).
  2. Kromosom Kelamin / kromosom seks (Gonosom).

THOMAS HUNT MORGAN
  • adalah ahli genetika dari Amerika Serikat yang menemukan bahwa faktor-faktor keturunan (gen) tersimpan dalam lokus yang khas dalam kromosom.
Percobaan untuk hal ini dilakukan pada lalat buah (Drosophila melanogaster) dengan alasan sebagai berikut:
  • Cepat berkembang biak
  • Mudah diperoleh dan dipelihara
  • Cepat menjadi dewasa (umur 10 - 14 hari sudah de~wasa)
  • Lalat betina bertelur banyak
  • Hanya memiliki 4 pasang kromosom, sehingga mudah diteliti.

POLA-POLA HEREDITAS

Orang yang mula-mula mendalami hal pola-pola hereditas adalah W.S. SUTTON dari Amerika Serikat.

  • Menurut Sutton bila ada gen-gen yang mengendalikan dua sifat beda bertempat pada kromosom yang sama
  • Gen-gen itu tak dapat memisalkan diri secara bebas lebih-lebih bila gen-gen itu berde katan lokusnya
  • Maka akan berkecenderungan untuk selalu memisah bersama-sama. Peristiwa ini disebut LINKAGE (PAUTAN).
  • Ada kalanya kromosom yang memisah tidak membawa seluruh gen yang dimiliki tetapi hanya sebagian saja yang terbawa
  • Sedangkan sisanya dipenuhi oleh kromosom pasangannya. Peristiwa ini disebut CROSSING-OVER(PINDAH SILANG).

Kejadian ini diteliti oleh Morgan.

  • Determinasi Seks Dan Pautan Seks (Seks LinKage)
  • Determinasi seks adalah penentuan jenis kelamin suatu organisme yang ditentukan oleh kromosom seks (GONOSOM). Untuk lalat buah dikenal 1 pasang kromosom seks yaitu kromosom X dan kromosom Y.
  • Individu jantan terjadi jika terdapat komposisi kromosom seks XY sedang betina jika komposisinya XX. Hal ini sebaliknya terjadi pada BURUNG yaitu jantan adalah XX sedangkan betinanya XY.
PAUTAN SEKS
  • adalah suatu sifat yang diturunkan yang tergabung dalam gonosom.
Sebagai contoh :
  • adalah lalat buah betina mata merah (dominan) dikawinkan dengan lalat buah jantan mata putih (resesif) ——> F1 semua bermata merah. Tetapi pada F2 semua yang bermata putih adalah jantan. Hal ini menunjukan bahwa sifat "bermata putih" merupakan sifat yang terpaut pada kromosom Y.
  • Seks linkage dipelejari oleh THOMAS HUNT MORGAN.
NONDISJUNCTION
  • adalah peristiwa gagal berpisah dari kromosom seks pada waktu pembelahan sel ——> diteliti pertama kali oleh CALVIN B. BRIDGES.
GEN LETHAL
  • adalah gen yang menyebabkan kematian individu (in vivo) jika alel gen tersebut berada dalam kedudukan "homozigot".

No comments:

Post a Comment